Langsung ke konten utama

Postingan

Tingkatan paling akhir.

Beberapa tahun berlalu, dan ternyata aku masih belum tau siapa diriku. Aku suka tertawa. Bercanda. Berbincang merangkai tali pertemanan seperti khalayak umumnya. Banyak manusia yang aku temui, beragam sifat yang aku hadapi. Aku bisa. Aku bisa menanganinya dengan santai. Tapi, semua itu tetap saja aku masih belum tau siapa diriku. Hidup terasa sulit. Semangat melepuh. Masalah yang besar datang menghampiri seolah penyesalan tiada arti. Depresi. Memendam emosi. Banyak hal sulit dimengerti. Dan disaat ku menyadarinya, hidup dengan penyesalan dan rasa bersalah jauh lebih menyakitkan dari pada kematian. "Sampai saat ini, aku masih belum bisa memaafkan diriku sendiri"
Postingan terbaru

Fase

Pada hati yang terpaksa aku lepas Maaf, jika sampai saat ini pertemuan kita masih ku ingat Dekap tangan, jejak langkah, aroma nafas, bau tubuh masih jelas mengalir dalam ingatan Seberat pelita memendam cahaya Sebegitu beratnya ucapan ini tercipta Terdesak yang amat menyesak Terhimpit dalam sakit Dan kebuntuan yang semakin dekat Sudah lama namun tetap sama Suara-suara lirih menggema perih Bahwasanya setiap bait yang kau rasakan bukan hanya luka semata, melainkan pelebur rindu-rindu yang kau punya Pada rela atas semua yang hilang dan segenap yang datang Dengan takut yang tampak akan menjadi hambatan setiap keyakinan Kini, lekuk bibir adalah hati yang tersakiti Namun, langkah masih berjalan (Bukankah untuk melangkah lebih jauh, kita harus berani melepas yang utuh?) Menerka luka, menyayat tawa, menahan tangis, memangkas rasa adalah hal nyata yang masih terasa Retak berserakan Terinjak-injak oleh lara Namun disinilah aku... aku masih tetap sama *henin...

Dia Bukan Kamu

Kembali ke dalam dinginnya malam Untuk kedua kalinya terdapat abu yang kembali muncul akibat perpaduan putih dan hitam yang tak dapat menyatu dengan sempurna Padalah dengan dunianya dia dapat mengerti, dan dengan dunia ku aku dapat mengerti Sama dengan abu, putih dan juga hitam Aku putih Kau hitam Dan kita abu Abu yang dapat menjadi persamaan ataupun perbedaan Abu yang dapat menyatu dengan sempurna ataupun dengan hambatan Abu yang dapat dicairkan ataupun tetap membeku Kita sedang dalam tahap proses yang menjadi abu Jika hasilnya itu sempurna, aku bersyukur karena kita sama Jika hasilnya itu menjadi hambatan, aku tetap bersyukur tapi aku berharap abu ini tidak akan membeku dan bukan menjadi salah satu dalam perbedaan kita Halnya dengan hati, jika ia tidak sejalan dengan fikiran, maka raga akan susah menentukan Dan juga mengucapkan... "Meskipun begitu jangan salahkan abu, karena tanpanya lika liku suatu hubungan tak kan terjadi bila ia tak ingin ...

Proyek Rahasia Luka

     Sama dengan halnya hujan yang kembali turun tanpa lelah meneteskan air matanya, hatipun bisa menjadi rapuh karena pelayaran yang tak sengaja berhenti di pelabuhannya. Entah untuk persinggahan sementara ataupun persinggahan yang akan membawanya ke alam dimana ia bisa menemukan titik terang atas gelapnya dunia setelah memendam luka luka akibat perihnya goresan yang dilakukan oleh nahkoda lainnya. Jika diberi pilihan antara pintu atau jendela, aku akan lebih memilih jendela. Pintu bisa saja membuat kita melihat apapun yang kita mau dan membukanya jika kita ingin, tapi pernahkan berfikir tentang jendela? dia mungkin hanya bisa melihat dan tak dapat pergi tapi disitulah kesetiaan yang sesungguhnya akan terlihat. " Kamu harus melangkah, agar kamu bisa maju dalam hal apapun . Tapi, Berdiri, diam,dan melihat. Tanpa harus melangkah terkadang menjadi sesuatu yang lebih indah dibanding dengan apa yang orang biasanya sebut cinta"

Dilasi Terista

Aku berjalan beberapa langkah Melewati suka duka kenangan yang telah terukir melalui sajak sajak yang ku tulis Ini berat, rindu yang berat Perihal syair sang perindu yang tak pernah sepakat dengan hati untuk memeluk erat seseorang yang bahkan ia sudah tau bahwa itu tak kan menang Aku berjalan melangkah kembali di antara koma yang sudah tertinggal jauh di belakang tapi tetap saja aku masih belum bisa menemukan titik di hadapan ku ya, benar! aku berharap titik, bukan koma yang kesekian kalinya ataupun tanda tanya yang akan membawa ku ke dalam jurang keraguan Lalu langkah ku belokan Tercium aroma baru yang telah di suguhkan kepada ku ya aku kenal ini, aroma dimana para barisan rindu sudah berdesakan memenuhi ruang hati Dan di langkah berikutnya , aku mulai lelah perkara memendam perasaan akan ketidakpastian yang kau berikan Dan dengan hujan malam ini akan ku titipkan sebuah perasaan  Perasaan antara hati dan rasa saja...