Pada hati yang terpaksa aku lepas
Maaf, jika sampai saat ini pertemuan kita masih ku ingat
Dekap tangan, jejak langkah, aroma nafas, bau tubuh masih jelas mengalir dalam ingatan
Seberat pelita memendam cahaya
Sebegitu beratnya ucapan ini tercipta
Terdesak yang amat menyesak
Terhimpit dalam sakit
Dan kebuntuan yang semakin dekat
Seberat pelita memendam cahaya
Sebegitu beratnya ucapan ini tercipta
Terdesak yang amat menyesak
Terhimpit dalam sakit
Dan kebuntuan yang semakin dekat
Sudah lama namun tetap sama
Suara-suara lirih menggema perih
Suara-suara lirih menggema perih
Bahwasanya setiap bait yang kau rasakan bukan hanya luka semata, melainkan pelebur rindu-rindu yang kau punya
Pada rela atas semua yang hilang dan segenap yang datang
Dengan takut yang tampak akan menjadi hambatan setiap keyakinan
Kini, lekuk bibir adalah hati yang tersakiti
Namun, langkah masih berjalan
(Bukankah untuk melangkah lebih jauh, kita harus berani melepas yang utuh?)
(Bukankah untuk melangkah lebih jauh, kita harus berani melepas yang utuh?)
Menerka luka, menyayat tawa, menahan tangis, memangkas rasa adalah hal nyata yang masih terasa
Retak berserakan
Terinjak-injak oleh lara
Namun disinilah aku...
aku masih tetap sama
*hening*nafas*
Karena melupakan mu adalah ketidakmungkinan yang pasti
(Berbisik)
Ah, lihatlah, lagi lagi aku ragu.
*hening*nafas*
Karena melupakan mu adalah ketidakmungkinan yang pasti
(Berbisik)
Ah, lihatlah, lagi lagi aku ragu.
Komentar
Posting Komentar